Total Tayangan Halaman

Senin, 19 Desember 2011

PUISI: Dalam Guratan Wajahmu Ibu

Dalam Guratan Wajahmu Ibu

Lekat wajah tertidur pulas

Letih dan penuh beban, namun tenang.

Guratan-guratan kulit yang mengeriput termakan usia

Bagai lika-liku hidup yang tak pernah putus,

Cembungan pipi yang tergerus waktu begitu dalam

Kecemongan tampak jelas diwajah yang masih terlukis cantik walau dalam panjang masa.

Itu Engkau Ibu….

Duhai Ibu,

Bagaimana bisa aku mebalas pengorbanan dari setiap hebusan nafasmu?

Setiap jengkal kasih dan sayangmu?

Walau itu semua sering engkau tunjukkan dalam marahmu, senyummu, diammu?

Bagaimana aku bisa membalas setiap keringat yang tertetes dari pori-pori cintakasihmu?

Bagaimana aku bisa mengganti waktu yang kau korbankan untuk menrawat, menjagaku dan mendidikku?

Katakan Ibu!

Katakana pada anakmu ini?

Sembilan bulan engkau menanti, selama itu pula engkau tertatih-tatih.

Sampai engkau harus bertarung nyawa demi si buah hati

Ibu….

2 tahun aku menghisap darah dari dirimu,

Tak lelap tidur dalam malammu, menyapiti aku,

Menimang aku, sampai aku tertidur pulas….

Sampai aku mampu merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari…..

Jasamu Ibu,,,

Jasamu…..akan aku baryar dengan apa?

Dengan laku?

Aku sering melanggar.

Dengan tutur?

Aku sering menyakitimu dengan Ah…yang panjang…

Sementara itu….di sepanjang sajadah yang engkau bentangkan, terselit bisik

“Jadikan Ia anak yang Sholeh……

“Jadikan Anakku Anak yang Sholeh….

Ibu…

Ampuni Aku Ibu….

Sampai habispun kuteteskan darah ini

Takkan mampu untuk membayar dan mengganti kasih sayang yang engkau beri…..

Terimakasih ibu…

Pengorbananmu tdkkan sia-sia bagi-Nya

Dan di sana engkau kan mendapat gantinya…..

Selamat Hari Ibu…

Karya: Lina Herliyanti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar