DUIT
Manusia hidup terkadang tak seperti apa yang kita
inginkan dan apa yang kita harapkan, bahkan terkadang tidak sedikit dari yang
telah kita usahakan seolah-olah menjadi sia-sia karena tidak berhasil dalam
meraih Sesutu yang telah kita usahakan, nah jika kita tinjau semuanya dari apa
yang telah kita lakukan yaitu telah maksimalkah usaha kita tersebut, apakah
kita telah memanajemennya dengan baik dan benar atau masih kurang?
Namun jika semua itu kita rasakan sudah cukup
maksimal dari usaha yang telah kita lakukan, maka tinggal tawakal saja untuk
menerima apapun hasilnya dari setiap usaha yang telah kita jalankan, ilmu yang
mengatakan bahwa jodoh, maut dan rsiqi
adalah di tangan Allah SWT, kita hanya bisa berusaha, berdoa dan tawakal dari
semua usaha-usaha yang telah kita lakukan secara maksimal.
Seperti teori DUIT adalah sebuah teori keuangan yang
memang harus kita pandang dalam kehidupan keseharian kita, tujuan kita hampir
rata-rata untuk memperoleh yang namanya DUIT, yang merupakan sebuah sumber untuk
melengkapi kehidupan, terkadang tanpa duit orang bisa mati kelaparan atau untuk
mendapatkan DUIT orang bisa melakukan
apa saja seperti di Negara kita sekarang orang rela melakukan kebohongan hanya
untuk memperoleh DUIT, korupsi dan sebagainya akibat dari yang namanya DUIT,
namun pada hakikatnya DUIT adalah sesuatu yang memang harus kita miliki dan
kita cari dari segi yang baik, dan dari segi arti DUIT itu sendiri, kalaulah
saya mengartikan DUIT itu kenapa harus dimiliki oleh setiap orang bahkan harus
menjadi prinsip dalam kehidupan setiap insane agar bias hidup menjadi lebih
baik dalam pengaplikasian dan tujuan
hidup itu sendiri. Kenapa demikian? Karena DUIT merupakan Doa, Usaha,
Iman, dan Tawaqal
Yang pertama adalah Doa
Dalam kehuidupan kita berdoa adalah salah satu cara
yang paling ampuh untuk kita berkomunikasi dan berbicara pada Sang Pencipta
dalam konteks apapun, dalam sholatpun itu merupakan kata-kata doa kita kepada
Allah, cara komunikasi yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan. Apabila
kita berkehendak mendapatkan sesuatu sama ada duniawi mahupun ukhrawi maka kita
akan berusaha bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Jika usaha kita tidak
mampu memperolehinya kita akan meminta pertolongan daripada orang yang
mempunyai kuasa. Jika mereka juga tidak mampu membantu kita untuk mencapai
hajat kita maka kita akan memohon pertolongan daripada Allah s.w.t,
menadah tangan ke langit sambil air mata bercucuran dan suara yang merayu-rayu
menyatakan hajat kepada-Nya. Selagi hajat kita belum tercapai selagi itulah
kita bermohon dengan sepenuh hati. Namun perlu kita ketahui bersama adalah
bahwa Doa adalah penyerahan bukan tuntutan. Kita telah berusaha tetapi
gagal. Kita telah meminta pertolongan makhluk tetapi itu juga gagal. Apa lagi
pilihan yang masih ada kecuali menyerahkan segala urusan kepada Tuhan yang di
Tangan-Nya terletak segala perkara. Serahkan kepada Allah s.w.t dan tanyalah
kepada diri sendiri mengapa Tuhan menahan kita dari memperolehi apa yang kita
hajatkan? Apakah tidak mungkin apa yang kita inginkan itu boleh mendatangkan
mudarat kepada diri kita sendiri, hingga lantaran itu Allah s.w.t Yang Maha
Penyayang menahannya daripada sampai kepada kita? Bukankah Dia Tuhan Yang Maha
Pemurah, Maha Penyayang lagi Maha Mengetahui. Dan Tuhan yang menentukan yang
terbaik untuk hamba-Nya tidak berubah kehendak-Nya.
Berdoa saja tidak cukup bagi kita jika kita ingin
memperoleh sesuatu, tidak hanya unuk memperoleh yang namanya DUIT, tetapi untuk
memperoleh apapun itu sudah tentu kita harus berusaha. Nah U di sini adalah
Usaha.
Dalam kita melakukan usaha seperti yang telah saya
paparkan di atas bahwa tidak semua yang kita usahakan itu selalu berhasil,
memang banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan-keberhasailan dari
usaha-usaha yang telah kita lakukan tersebut, nah keterkaitanya dengan DOa
sangatlah erat seperti judul Film H.Rhoma Irama yang berjudul Perjuangan dan
Doa yang di sana menceritakan bagaimana perjuangan yang disertai doa (tonton
sendi filmnya ya, terkadang memang apa yang kita usahakan tidak seindah seperti
apa yang kita pintakan dalam doa-doa kita padahal semua telah kita usahakan,
namun terkadang juga harus kita sadari bahwa Tidak ada kesukaran bagi Allah s.w.t untuk
memenuhi hajat kita. Sekiranya Dia mengurniakan kepada kita semua khazanah yang
ada di dalam bumi dan langit maka pemberian-Nya itu tidak sedikit pun
mengurangi kekayaan-Nya. Andainya Allah s.w.t menahan dari memberi maka
tindakan demikian tidak sedikit pun menambahkan kekayaan dan kemuliaan-Nya.
Jadi, dalam soal memberi atau menahan tidak sedikit pun memberi kesan kepada
ketuhanan Allah s.w.t. Ketuhanan-Nya adalah mutlak tidak sedikit pun terikat
dengan kehendak, doa dan amalan hamba-hamba-Nya.
Dan Allah berkuasa melakukan apa yang di kehendaki-Nya. ( Ayat 27 : Surah Ibrahim )
Dan
sekiranya apapun yang kita usahakan belum menunjukkan hasil janganlah kita
langsung berputus asa, dalam firmannya juga dikatakan bahwa

Janganlah
kerana kelambatan masa pemberian tuhan kepada kamu, padahal kamu telah
bersungguh-sungguh berdoa, membuat kamu berputus asa, sebab allah
menjamin untuk menerima semua doa, menurut apa yang dipilih-nya untuk
kamu, tidak menurut kehendak kamu, dan pada waktu yang ditentukan-nya,
tidak pada waktu yang kamu tentukan.
Untuk menghadapi semua itu tentulah kita harus
memiliki keyakianan yang sebenar-benarnya yaitu Iman. Dan I yang selanjutnya
dari DUIT itu adalah Iman.
Iman adalah sebuah keyakinan, dalam bahasa iman itu
diartikan (الإيمان) secara etimologis
berarti 'percaya'. Perkataan iman (إيمان) diambil dari kata kerja
'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau
'membenarkan'. Perkataan iman yang berarti 'membenarkan' itu disebutkan
dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah At-Taubah ayat 62 yang
bermaksud: "Dia (Muhammad) itu membenarkan
(mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang
beriman." Iman itu ditujukan kepada Allah , kitab kitab dan Rasul. Iman
itu ada dua Iman Hak dan Iman Batil.
Definisi Iman berdasarkan hadist merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan.
Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam
satu keyakinan, maka orang - orang beriman adalah mereka yang di dalam hatinya,
disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga
disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip. atau juga
pandangan dan sikap hidup.
Para imam dan ulama telah mendefinisikan istilah iman ini, antara lain,
seperti diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Talib: "Iman itu
ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan
anggota." Aisyah
r.a. berkata: "Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan
dengan hati dan mengerjakan dengan anggota." Imam al-Ghazali menguraikan makna iman: "Pengakuan dengan lidah
(lisan) membenarkan pengakuan itu dengan hati dan mengamalkannya dengan
rukun-rukun (anggota-anggota)."
Jadi dalam
kita berusaha untuk merih keberhasilan atau kesuksesan haruslah kita yakini
bahwa apapun yang kita usahakan insyaallah akan mendapatkan hasil sesuai dengan
apa yang telah kita usahakan. Optimis terhadap segala seuatu yang telah kita
usahakan serta meyakini dengan penuh iman bahwa apa yang akan kita usahakan
akan sukses walaupun memang tidak dapat terlepas juga dari doa dan usaha.
Setelah kita
berdoa, berusaha dan kita meyakini bahwa usaha kita akan sukses tahapan
selanjutnya dari duit adalah Tawakal yang merupakan ialah sikap menyerahkan
diri kepada Allah Swt. Akan semua hasil dari usaha dan iktiyar yang telah
dikerjakan dengan perencanaan yang matanng dari jerih payah yang sangat berat.
Secara harfiah, “tawakal=Tawakul berarti bersandar atau mempercayai diri. Dalam
agama, tawkkal adalah sikap bersandar dan mempercayakan diri kepada Allah,
tuhan Yang Maha Esa. Tawakal adalah sikap aktif dan tumbuh hanya dari pribadi
yang memahami hidup dengan benar serta menerima kenyataan hidup dengan tepat.
Sebab pangkal tawakal adalah kesadaran diri bahwa perjalanan pengalaman manusia
secara keseluruhan dalam sejarah kehidupan diri pribadi. Sebagian besar hakikat
tawakal merupakan rahasia Ilahi yang tidak ada jalan bagi makluk untuk
menguasainya.
Demikianlah DUIT
berperan aktif dalam setiap lingkaran kehidupan kita sebagai makhluk ciptaan
Tuhan, sebagai pemenuhan kebutuhan dari setiap apa yang kita usahakan.
DUIT, Doa, Usaha, Iman dan Tawakal
adalah cara proses hidup yang memang terdapat dalam kehidupan kita sehari-hari
namun mungkin terkad yang kita tidak terlalu banyak menyadari akan hal-hal DUIT
yang semacam ini, yang kita tahu adalah Duit yang bisa kita gunakan untuk
pemenuhan kehidupan jasmani saja. Berbeda dengan DUIT yang mampu memenuhi kebutuhan
baik jasmani maupun rohani.
Wallahualam
bissawab….