Total Tayangan Halaman

Minggu, 29 April 2012

DUIT


DUIT

Manusia hidup terkadang tak seperti apa yang kita inginkan dan apa yang kita harapkan, bahkan terkadang tidak sedikit dari yang telah kita usahakan seolah-olah menjadi sia-sia karena tidak berhasil dalam meraih Sesutu yang telah kita usahakan, nah jika kita tinjau semuanya dari apa yang telah kita lakukan yaitu telah maksimalkah usaha kita tersebut, apakah kita telah memanajemennya dengan baik dan benar atau masih kurang?
Namun jika semua itu kita rasakan sudah cukup maksimal dari usaha yang telah kita lakukan, maka tinggal tawakal saja untuk menerima apapun hasilnya dari setiap usaha yang telah kita jalankan, ilmu yang mengatakan bahwa  jodoh, maut dan rsiqi adalah di tangan Allah SWT, kita hanya bisa berusaha, berdoa dan tawakal dari semua usaha-usaha yang telah kita lakukan secara maksimal.
Seperti teori DUIT adalah sebuah teori keuangan yang memang harus kita pandang dalam kehidupan keseharian kita, tujuan kita hampir rata-rata untuk memperoleh yang namanya DUIT, yang merupakan sebuah sumber untuk melengkapi kehidupan, terkadang tanpa duit orang bisa mati kelaparan atau untuk mendapatkan DUIT orang  bisa melakukan apa saja seperti di Negara kita sekarang orang rela melakukan kebohongan hanya untuk memperoleh DUIT, korupsi dan sebagainya akibat dari yang namanya DUIT, namun pada hakikatnya DUIT adalah sesuatu yang memang harus kita miliki dan kita cari dari segi yang baik, dan dari segi arti DUIT itu sendiri, kalaulah saya mengartikan DUIT itu kenapa harus dimiliki oleh setiap orang bahkan harus menjadi prinsip dalam kehidupan setiap insane agar bias hidup menjadi lebih baik dalam pengaplikasian dan tujuan  hidup itu sendiri. Kenapa demikian? Karena DUIT merupakan Doa, Usaha, Iman, dan Tawaqal
Yang pertama adalah Doa
Dalam kehuidupan kita berdoa adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk kita berkomunikasi dan berbicara pada Sang Pencipta dalam konteks apapun, dalam sholatpun itu merupakan kata-kata doa kita kepada Allah, cara komunikasi yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan. Apabila kita berkehendak mendapatkan sesuatu sama ada duniawi mahupun ukhrawi maka kita akan berusaha bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Jika usaha kita tidak mampu memperolehinya kita akan meminta pertolongan daripada orang yang mempunyai kuasa. Jika mereka juga tidak mampu membantu kita untuk mencapai hajat kita maka kita akan memohon pertolongan daripada Allah s.w.t,  menadah tangan ke langit sambil air mata bercucuran dan suara yang merayu-rayu menyatakan hajat kepada-Nya. Selagi hajat kita belum tercapai selagi itulah kita bermohon dengan sepenuh hati. Namun perlu kita ketahui bersama adalah bahwa  Doa adalah penyerahan bukan tuntutan. Kita telah berusaha tetapi gagal. Kita telah meminta pertolongan makhluk tetapi itu juga gagal. Apa lagi pilihan yang masih ada kecuali menyerahkan segala urusan kepada Tuhan yang di Tangan-Nya terletak segala perkara. Serahkan kepada Allah s.w.t dan tanyalah kepada diri sendiri mengapa Tuhan menahan kita dari memperolehi apa yang kita hajatkan? Apakah tidak mungkin apa yang kita inginkan itu boleh mendatangkan mudarat kepada diri kita sendiri, hingga lantaran itu Allah s.w.t Yang Maha Penyayang menahannya daripada sampai kepada kita? Bukankah Dia Tuhan Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang lagi Maha Mengetahui. Dan Tuhan yang menentukan yang terbaik untuk hamba-Nya tidak berubah kehendak-Nya.
Berdoa saja tidak cukup bagi kita jika kita ingin memperoleh sesuatu, tidak hanya unuk memperoleh yang namanya DUIT, tetapi untuk memperoleh apapun itu sudah tentu kita harus berusaha. Nah U di sini adalah Usaha.
Dalam kita melakukan usaha seperti yang telah saya paparkan di atas bahwa tidak semua yang kita usahakan itu selalu berhasil, memang banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan-keberhasailan dari usaha-usaha yang telah kita lakukan tersebut, nah keterkaitanya dengan DOa sangatlah erat seperti judul Film H.Rhoma Irama yang berjudul Perjuangan dan Doa yang di sana menceritakan bagaimana perjuangan yang disertai doa (tonton sendi filmnya ya, terkadang memang apa yang kita usahakan tidak seindah seperti apa yang kita pintakan dalam doa-doa kita padahal semua telah kita usahakan, namun terkadang juga harus kita sadari bahwa Tidak ada kesukaran bagi Allah s.w.t untuk memenuhi hajat kita. Sekiranya Dia mengurniakan kepada kita semua khazanah yang ada di dalam bumi dan langit maka pemberian-Nya itu tidak sedikit pun mengurangi kekayaan-Nya. Andainya Allah s.w.t menahan dari memberi maka tindakan demikian tidak sedikit pun menambahkan kekayaan dan kemuliaan-Nya. Jadi, dalam soal memberi atau menahan tidak sedikit pun memberi kesan kepada ketuhanan Allah s.w.t. Ketuhanan-Nya adalah mutlak tidak sedikit pun terikat dengan kehendak, doa dan amalan hamba-hamba-Nya.
http://alhikam0.tripod.com/006b.JPG
Dan Allah berkuasa melakukan apa yang di kehendaki-Nya. ( Ayat 27 : Surah Ibrahim )
Dan sekiranya apapun yang kita usahakan belum menunjukkan hasil janganlah kita langsung berputus asa, dalam firmannya juga dikatakan bahwa
http://alhikam0.tripod.com/006a.JPG
Janganlah kerana kelambatan masa pemberian tuhan kepada kamu, padahal kamu telah bersungguh-sungguh berdoa, membuat kamu berputus asa, sebab allah  menjamin untuk menerima semua doa, menurut apa yang dipilih-nya  untuk kamu, tidak menurut  kehendak kamu, dan pada waktu yang ditentukan-nya, tidak pada waktu yang kamu tentukan.

Untuk menghadapi semua itu tentulah kita harus memiliki keyakianan yang sebenar-benarnya yaitu Iman. Dan I yang selanjutnya dari DUIT itu adalah Iman.
Iman adalah sebuah keyakinan, dalam bahasa iman itu diartikan (الإيمان) secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan iman (إيمان) diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'. Perkataan iman yang berarti 'membenarkan' itu disebutkan dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: "Dia (Muhammad) itu membenarkan (mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang beriman." Iman itu ditujukan kepada Allah , kitab kitab dan Rasul. Iman itu ada dua Iman Hak dan Iman Batil.
Definisi Iman berdasarkan hadist merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, maka orang - orang beriman adalah mereka yang di dalam hatinya, disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip. atau juga pandangan dan sikap hidup.
Para imam dan ulama telah mendefinisikan istilah iman ini, antara lain, seperti diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Talib: "Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota." Aisyah r.a. berkata: "Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota." Imam al-Ghazali menguraikan makna iman: "Pengakuan dengan lidah (lisan) membenarkan pengakuan itu dengan hati dan mengamalkannya dengan rukun-rukun (anggota-anggota)."
Jadi dalam kita berusaha untuk merih keberhasilan atau kesuksesan haruslah kita yakini bahwa apapun yang kita usahakan insyaallah akan mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang telah kita usahakan. Optimis terhadap segala seuatu yang telah kita usahakan serta meyakini dengan penuh iman bahwa apa yang akan kita usahakan akan sukses walaupun memang tidak dapat terlepas juga dari doa dan usaha.
Setelah kita berdoa, berusaha dan kita meyakini bahwa usaha kita akan sukses tahapan selanjutnya dari duit adalah Tawakal yang merupakan ialah sikap menyerahkan diri kepada Allah Swt. Akan semua hasil dari usaha dan iktiyar yang telah dikerjakan dengan perencanaan yang matanng dari jerih payah yang sangat berat. Secara harfiah, “tawakal=Tawakul berarti bersandar atau mempercayai diri. Dalam agama, tawkkal adalah sikap bersandar dan mempercayakan diri kepada Allah, tuhan Yang Maha Esa. Tawakal adalah sikap aktif dan tumbuh hanya dari pribadi yang memahami hidup dengan benar serta menerima kenyataan hidup dengan tepat. Sebab pangkal tawakal adalah kesadaran diri bahwa perjalanan pengalaman manusia secara keseluruhan dalam sejarah kehidupan diri pribadi. Sebagian besar hakikat tawakal merupakan rahasia Ilahi yang tidak ada jalan bagi makluk untuk menguasainya.
Demikianlah DUIT berperan aktif dalam setiap lingkaran kehidupan kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sebagai pemenuhan kebutuhan dari setiap apa yang kita usahakan. DUIT,  Doa, Usaha, Iman dan Tawakal adalah cara proses hidup yang memang terdapat dalam kehidupan kita sehari-hari namun mungkin terkad yang kita tidak terlalu banyak menyadari akan hal-hal DUIT yang semacam ini, yang kita tahu adalah Duit yang bisa kita gunakan untuk pemenuhan kehidupan jasmani saja. Berbeda dengan DUIT yang mampu memenuhi kebutuhan baik jasmani maupun rohani.
Wallahualam bissawab….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar