Total Tayangan Halaman

Sabtu, 19 November 2011

Merancang dan Strategi penetapan Harga


PENDAHULUAN
Harga merupakan satu-satuanya elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan; elemen-elemen  lainnya menimbulkan biaya. Harga juga merupakan salah satu bauran pemasaran yang paling fleksibel (dapat diubah dengan cepat). Pada saat yang sama penetapan dan persaingan harga jual merupakan masalah nomor satu yang dihasapi sebuah perusahaan. Namun seperti yang terlihat banyak perusahaan yang tidak menangani penetapan harga secara baik.
Perusahaan manangani penetapan harga dengan berbagai cara pada perusahaan kecil, harga biasanya ditetapkan oleh manajemen puncak dan bukannya oleh bagian dari pemasaran dan penjualan. Pada perusahaan-perusahaan besar harga biasanya ditangani oleh manajer divisi dan lini produk. Bahkan di sini, manajemen puncak juga menetapkan tujuan dan kebijakan umum penetapan harga serta sering memberikan persetujuan atas usulan harga dari level manajemen dari bawahnya. Dalam berbagai industry di mana penetapan harga merupakan faktor utama (perusahaan penerbangan antariksa, kereta api, perminyakan), perusahaan biasanya membentuk departemen penetapan harga untuk menetapkan harga atau membantu departemen lain menetapkan harga dengan tepat. Departemen ini melapor pada depertemen pemasaran, keuangan atau manajemen puncak. Pihak lain yang mempengaruhi penetapan harga antara lain manajer produksi, nanajer euangan dan akuntan.
PEMBAHASAN
Merancang Strategi dan Penetapan Harga
A.    Pengertian Strategi dan Harga
James Brian Quinn mengartikan strategi adalah sebagai “pola pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan pokok, kebijakan dan rangkaian sebuah organisi kedalam sebuah satu kesatuan yang kohesif.”
Sedangkan Steiner dan Miner (dalam Robson 1997:4) menyatakan bahwa strategi mengacu pada “formulasi misi, tujuan dan objektif dasar organisasi; strategi-strategi program dan kebijakan untuk mencapainya; dan metode yang diperlukan untuk memastikan bahwa strategi diimplementasikan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.”
Strategi, oleh Photer (dalam Robson, 1974: 4) diartikan sebagai “formula berbasis-luas mengenai cara bisnis bersaing; tujuan apa yang ingin dicapai, dan kebijakan apa yang diperlukan, dan kebijakan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Sedangkan harga merupakan sesuatu yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan suatu barang maupun jasa. Bagi konsumen harga itu merupakan biaya atas sesuatu, namun bagi penjual harga adalah pendapatan, sumber utama keuntungan.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa strategi adalah proses untuk menyelaraskan kemampuan dengan peluang dan ancaman yang dihadapi sebuah organisasi.
Dalam sebuah perusahaan harus menetapkan harga pertama kali apabila perusahaan tersebut meluncurkan atau mengembangkan produk baru, pada saat perusahaan memperkenalkan produk regulernya kesaluran distribusi atau daerah baru, dan pada saat perusahaan akan mengikuti lelang atas kontrak kerja baru.
Perusahaan harus memutuskan di mana memposisikan produknya berdasarkan mutu dan harga. Misalnya pada perusahaan mobil segmen titik harganya:
Segemen                                                               Contoh (mobil)
Paling Mewah                                          Rolls-Royce
Standar Emas                                           Mercedes-Benz
Mewah                                                     Audi
Kebutuhan Kusus                                                Volvo
Menengah                                                            Buick
Kemudahan/Kenyamanan                        Fort Escort
Meniru, tetapi lebih mudah                      Hnyundai
Harga saja                                                            Kia
B.     Menetapkan Harga
Sebuah perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor dalam menetapkan kebijakan harga yang dialakukan adalah sebagai berikut:
1.         Memilih tujuan penetapan harga
Memilih atau menentukan tujuan adalah hal yang paling mendasar harus dilakukan adalah memutuskan di mana ia ingin memposisikan tawaran pasarnya. Karena semakin jelas tujuan perusahaan tersebut, maka semakin mudah untuk menetapkan harga. Oleh karenanya juga dengan penetapan harga ini maka perusahaan dapat mengejar salah satu tujuan utama, yaitu  kelangsungan hidup, memaksimalkan Frofit, Pangsa Pasar Maksimum, Skimming Pasar maksimum, dan Kepemimpinan mutu-produk.
a.         Survival (keberlangsungan hidup perusahaan)
Keberlangsungan hidup menjadi tujuan utama apabila mengalami kelebihan kapasitas persaingan yang ketat atau keinginan konsumen yang berubah-ubah. Biasanya untuk menjaga agar pabrik tetap beroperasi dan persediaan terus berputar, perusahaan akan menurunkan harga. Dan pada saat seperti ini maka laba kurang penting dibandingkan keberlangsungan hidup perusahaan selama harga dapat menutup biaya variabel dan biaya tetap, perusahaan terus berjalan. Namun ini hanyalah tujuan jangka pendek.   Dalam jangka panjang perusahaan haruslah belajar meningkatkan nilainya,  jika tidak maka akan punah.
b.        Memaksimalkan profit
Memperkirakan permintaan dan biaya yang berkaitan dengan berbagai alternative harga dan memilih harga yang akan menghasilkan laba maksimum.
c.         Pangsa pasar maksimum (market penetration pricing)
Dalam mewujudkan keinginan memaksimumkan pangsa pasarnya ada keyakinan pada mereka bahwa volime penjualan yang lebih tinggi akan menghasilkan biaya perunit lebih rendah dan laba jangka panjang tinggi, mereka menetapkan harga terrendah dengan berasumsi bahwa pasar peka terhadap harga. Kondisi-kondisi yang mendukung penetapan harga rendah yaitu satu pasar sangat peka terhadapa harga, dan harga rendah merangsan pertumbuhan pasar, dua biaya produksi dan distribusi menurun dengan semakin banyaknya pegalaman produksi, tiga harga rendah menghilangkan semangat pesaing lama maupun potensial.
d.        Memaksimalkan market skimming.
Penyaringan lapiasan pasar hanya mungkin dalam kondisi, yaitu sejumlah pembeli yang memadai memiliki permintaan sekarang yang tinggi, biaya perunit untuk memproduksi volume kecil tidak terlalu tinggi sehingga dapat menghilangkan keunggulan penetapan harga maksimum yang dapat diserap pasar, harga awal yang tinggi tidak lebih banyak menarik pesaing ke pasar, harga yang tinggi menyatakan citra produk yang unggul
e.         Kepemimpinan mutu-produk
2.         Menentukan permintaan
Setiap harga yang dikenakan perusahaan akan menghasilkan level yang permintaan yang berbeda-beda karena itu memberi pengaruh yang berbeda pula terhadap tujuan pemasarannya. Menentukan permintaan berdasarkan:
a.         Sensitivitas terhadap harga (permintaan elasitis dan inelastis)
1)      Pengaruh nilai-unik, para pembeli akan kurang peka saat mereka melihat produk yang unik.
2)      Pengaruh kesadaran atas produk pengganti;
3)      Pengaruh perbandingan yang sulit
4)      Pengaruh pengeluaran total
5)      Pengaruh manfaat akhir
6)      Pengaruh biaya bersama
7)      Pengaruh investasi tertanam
8)      Pengaruh mutu-harga’pengaruh persediaan
b.      Memperkirakan Kurva Permintaan
Dalam mengukur kurva permintaan biasanya menggunakan beberapa metode, yaitu:
1)      Analisis secara  statistic atas data harga masa lalu, jumlah yang terjual, dan faktor-faktor lain sebagai dasar untuk memperkirakan hubungannya.
2)      Melakukan eksperimen harga.
3)      Meminta kepada pembeli untuk menyatakan berapa banyak unit yang akan mereka beli pada berbagai harga yang diusulkan
c.       Elastisitas Harga dan Permintaan
Pemasaran perlu mengetahui seberapa responsif atau elastic permintaan dalam menanggapi perubahan harga. Permintaan akan menjadi kurang elastic dalam kondisi-kondisi berikut:
1)      Hanya sedikit atau tidak ada barang pengganti atau pesaing;
2)      Pembeli tidak peka terhadap harga
3)      Pembeli lambat mengubah kebiasaan membelinya dan dalam mencari harga yag lebih rendah
4)      Pembeli berpikir bahwa harga yang tinggi itu pantas karena ada perbaikab mutu, inflasi yang normal, dan lainnya.
3.         Memperkirakan biaya
Permintaan menentukan batas harga tertinggi yang dapat dikenakan perusahaan atas produknya. Dan biaya perusahaan menentukan batas terrendahnya. Perusahaan ingin menetapkan harga yg dapat menutupi baya produksi, distribusi, dan penjualan produk, termasuk biaya pengembalian investasi yang memadai atas usaha atau resiko yang dilakukannya.
Jenis-jebis Biaya:
a.         Biaya Tetap (Overhead)Biaya tidak tergantung jumlah produksi. Gaji eksekutif
b.        Biaya VariabelBiaya tergantung jumlah produksi. Bahan baku
c.         Biaya Total yaitu Jumlah biaya tetap dengan variabel
4.         Analisis biaya, harga dan tawaran pesaing
Dalam beberapa kemungkinan harga yang ditentukan oleh permintaan pasar dan biaya perusahaan, di mana perusahaan harus memperhitungkan biaya pesaing, harga pesaing dan kemungkinan reaksi harga oleh pesaing. Seumpamnya tawaran dari perusahaan serupa dengan pesaing utamanya, maka perusahaan harus menetapkan harga yang dekat dengan harga pesaing atau ia akan kehiangan penjualan. Prinsipnya jika tawaran perusahaan mutunya lebih rendah, maka penetapam harga tidak boleh lebih tinggi dari pesaing. Dan jika penawaran perusahaan lebih tinggi mutunya, perusahaan dapat menetapkan harga yang tinggi dari pesaing.
a.         Memilih metode penetapan harga
1)        Penetapan Harga Mark Up
2)        Penetapan harga berdasarkan sasaran pengembalian
3)        Penetapan harga berdasarkan nilai yang di persepsikan
4)        Penetapan harga nilai
5)        Penetapan sesuai dengan harga berlaku
6)        Penetapan harga tender tertutup
b.        Memilih Harga Akhir
Dalam memilih harga akhir perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor tambahan, termasuk penetapan harga psikologis, pengaruh elemen bauran pemasaran lain terhadap harga, kebijakan penetapan harga perusahaan, dan dampak dari harga terhadap pihak-pihak lain.
Adaptasi Penetapan Harga
          Biasanya perusahaan tidak menetapkan harga tunggal melainkan struktur penetapan harga yang mencerminkan perbedaan berdasarkan permintaan dan biaya secara geografis, kebutuhan segmen pasar, waktu pembelian, level pemesanan, dan lain-lain. beberapa strategi adaptasi harga adalah
1)      Penetapan harga geografis, mengharuskan perusahaan memutuskan cara menetapkan harga bagi pelanggan diberbagai lokasi dan Negara.
2)      Diskon dan potongan harga, mengharuskan perusahaan berhati-hati dalam memberikan potongan karena bisa jadi laba mereka lebih kecil dari yang direncanakan.
3)      Penetapan harga promosi, teknik penetapan harga untuk mendorong pembelian awal: Kepemimpinan harga merugi (Supermarket) Penetapan harga utk even special, Potongan harga, Pembiayaan bunga rendah, Pembayaran jangka panjang, Garansi & Pelayanan, Diskon psikologis.
4)      Penetapan harga diskriminasi, terjadi jika perusahaan menjual produk atau jasa dengan dua harga atau lebih yang tidak mencerminkan perbedaan biaya secara proporsional. Bentuk-bentuknya adalah Penerapan harga segmen pelanggan, penetapan harga bentuk-produk, penetapan harga citra, penetapan harga lokasi, penetapan harga waktu, penetapan harga hasil.
5)      Penetapan Harga Bauran produk, penetapan harga harus dimodifikasi jika produk tersebut merupakan bagian dari bauran produk. Cara membedakan 6 situasi yang melibatkan penetapan harga bauran produk, yaitu penetapan harga lini produk, penerapan harga keistimewaan-pilihan, penetapan harga produk pelengkap, penetapan harga dua bagian,penetapan harga produk sampigan, dan penetapan harga bundle produk.
5.         Memulai dan Menaggapi Perubahan harga
Setelah mengembangkan strategi penetapan harga, perusahaan-perusahaan akan menghadapi situasi yang mengharuskan mereka menaikkan dan menurunkan harga
a)      Penurunan harga
Penyebab penurunan harga adalah kelebihan kapasitas pabrik, pangsa pasar yang menurun. Tujuan penurunan harga ini adalah mendominasi pasar melalui biaya yang lebih rendah, biasanya dilakukan dengan dua cara yaitu perusahaan menurunkan biaya supaya lebih rendah daripada pesaingnya, atau perusahaan itu menurunkan harga lebih dahulu supaya dapat meraih pangsa pasar, dengan demikian volume produksinya akan meningkat yang kemudian dapat menurunkan biaya. Akan tetapi itu juga memiliki resilo, diantaranya adalah jebakan mutu rendah, jebakan pangsa pasar rapuh, dan jebakan kantong tipis.
b)      Memulai Peningkatan Harga
Penyebab utama kenaikan harga adalah inflasi biaya dan kelebihan permintaan. Penyesuaian harga yang sering dilakukan adalah menerapkan penundaan penetapan harga, menggunakan klausul pkenaikan harga, memisah-misahkan elemen pembentukan harga, pengurangan diskon.
c)      Reaksi Atas Perubahan Harga
Perubahan harga apapun akan mempengaruhi pelanggan, pesaing, distributor, dan pemasok.
1)      Reaksi pelanggan
Suatu penurunan harga sering ditafsirkan oleh pelanggan dengan produk tersebut akan diganti dengan model baru, serta mungkin juga mungkin memancing reaksi pemerintah.cacat dan tidak laku, perusahaan berada dalam kesulitan keuangan, harga akan turun lebih jauh, atau mutu telah diturunkan.
Kenaikan juga ditafsirkan pelanggan dengan produk tersebut laris, jika tidak segera membeli maka akan tidak kebagian, atau produk tersebut mengandung nilai yang sangat baik. Hingga mengakibatkan pelanggan peka-harga untuk produk-produk yang mahal.
2)      Reaksi Pesaing
Saat perusahaan berpikit untuk melakukan perubahan harga, maka perlu diperhatikan adalah reaksi pesaing, karena kemungkinan besar akan bereaksi jika jumlah perusahaan dalam industry tersebut sedikit, produknya homogen, dan pembeli memiliki informasinyang lengkap.
Salah satu cara perusahaan mengantisipasinya adalah dengan cara menganggap bahwa pesaing bereaksi dengan pola yang teratur, atau dengan menganggap bahwa pesaing memperlakukan tiap perubahan harga sebagai tantangan baru dan bereaksi menurut kepentingan sendiri. Perusahaan juga harus mempelajari keadaan keuangan  pesaing, penjualan, kesetiaan pelanggan, serta tujuan perusahaan.

d)     Merespon Perubahan Harga Pesaing
Cara menanggapi perubahan tersebut yaitu:
1)   Harga tetap
2)   Harga tetap dan menambah nilai
3)   Mengurangi harga
4)   Meningkatkan harga dan memperbaiki kualitas
5)   Meluncurkan produk baru dgn harga rendah

Program Reaksi Harga untuk Penurunan Harga Pesaing

Apakahpesaing
MenurunkanHarga?               Tidak     1                Tahan harga dan terus awasi harga pesaing
 


Ya1                         Tidak2                                          Tidak3


Apakah harga                                                        Apakah harga                       Berapa besar
mengganggu penjualan?               Ya2         cenderung permanen                                 pengurangan harga?                         
                Ya3                                         

 


Kurang dari                                2% sekitar 2-4%                                                  Lebih dari 4%
Berikan potongan                                                Turunkan harga  T                  urunkan harga sama dengan pesaing
harga untuk pembelian berikutnya       separuh dari pesaing                  
          bahan rujukan
Edward Freeman, 1995. Manajemen Strategik ”Pendapatan Terhadap Pihak-pihak Berkepentingan. Jakarta: CV. Taruna Grafika.
Sondang P.Siagian, 1995. Manajeman Stratejil. Jakarta: Bumi Aksara
Yosal Iriantara, 2004. Manajemen Strategi Public relations. Jakarta: Graha Indonesia.
http://organisasi.org/tujuan_strategi_penetapan_harga_bagi_perusahaan_bisnis_motif_penentuan_harga_ilmu_ekonomi_manajemen_produk_dan_harga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar